Kamis, 16 Oktober 2014

BIOGRAFI ORANG SUKSES



Profil dan Biodata Bob Sadino
 
Nama               :Bob Sadino
Lahir                :Tanjungkarang, Lampung, 9 Maret 1933
Agama             :Islam
Pendidikan      : -SD, Yogyakarta (1947)
-SMP, Jakarta (1950)
-SMA, Jakarta (1953)
Karir                :
-Karyawan Unilever (1954-1955)
-Karyawan Djakarta Lloyd, Amsterdam dan Hamburg  (1950-1967)
-Pemilik Tunggal Kem Chicks (supermarket) (1969-sekarang)
-Dirut PT Boga Catur Rata
-PT Kem Foods (pabrik sosis dan ham)
-PT Kem Farms (kebun sayur)
Alamat Rumah            : Jalan Al Ibadah II/12, Kemang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telp                             : 793981
Alamat Kantor                        :Kem Chicks Jalan Bangka Raya 86, Jakarta Selatan Telp: 793618


KISAH SUKSES
Bob Sadino (Lampung, 9 Maret 1933), atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfooddan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.
Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.

Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.
Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.
Suatu hari, temannya menyarankan Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi berwirausaha. Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayam ternaknya. Ia mendapat ilham, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu manusia pun juga bisa.
Sebagai peternak ayam, Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dalam tempo satu setengah tahun, ia dan istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang asing, karena mereka fasih berbahasa Inggris. Bob dan istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat banyak menetap orang asing.
Tidak jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan Bob yang berambut perak, menjadi pemilik tunggal super market (pasar swalayan) Kem Chicks. Ia selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek.
Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.
Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang.
Di saat melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. “Yang paling penting tindakan,” kata Bob.
Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan. Setelah jatuh bangun, Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional.
Menurut Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain.
Sedangkan Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya.
Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.

Anak Guru
Kembali ke tanah air tahun 1967, setelah bertahun-tahun di Eropa dengan pekerjaan terakhir sebagai karyawan Djakarta Lloyd di Amsterdam dan Hamburg, Bob, anak bungsu dari lima bersaudara, hanya punya satu tekad, bekerja mandiri. Ayahnya, Sadino, pria Solo yang jadi guru kepala di SMP dan SMA Tanjungkarang, meninggal dunia ketika Bob berusia 19.
Modal yang ia bawa dari Eropa, dua sedan Mercedes buatan tahun 1960-an. Satu ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Ketika itu, kawasan Kemang sepi, masih terhampar sawah dan kebun. Sedangkan mobil satunya lagi ditaksikan, Bob sendiri sopirnya.
Suatu kali, mobil itu disewakan. Ternyata, bukan uang yang kembali, tetapi berita kecelakaan yang menghancurkan mobilnya. ”Hati saya ikut hancur,” kata Bob. Kehilangan sumber penghasilan, Bob lantas bekerja jadi kuli bangunan. Padahal, kalau ia mau, istrinya, Soelami Soejoed, yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Bob bersikeras, ”Sayalah kepala keluarga. Saya yang harus mencari nafkah.”
Untuk menenangkan pikiran, Bob menerima pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang. Dari sini Bob menanjak: Ia berhasil menjadi pemilik tunggal Kem Chicks dan pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik. Lalu ada Kem Food, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah ”warung” shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta. Catatan awal 1985 menunjukkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40 sampai 50 ton daging segar, 60 sampai 70 ton daging olahan, dan 100 ton sayuran segar.
”Saya hidup dari fantasi,” kata Bob menggambarkan keberhasilan usahanya. Ayah dua anak ini lalu memberi contoh satu hasil fantasinya, bisa menjual kangkung Rp 1.000 per kilogram. ”Di mana pun tidak ada orang jual kangkung dengan harga segitu,” kata Bob.
Om Bob, panggilan akrab bagi anak buahnya, tidak mau bergerak di luar bisnis makanan. Baginya, bidang yang ditekuninya sekarang tidak ada habis-habisnya. Karena itu ia tak ingin berkhayal yang macam-macam. Haji yang berpenampilan nyentrik ini, penggemar berat musik klasik dan jazz. Saat-saat yang paling indah baginya, ketika shalat bersama istri dan dua anaknya.

CONTOH TEKS ANEKDOT



Ditilang

            Suatu siang, Bedu yang sedang mengendarai sepeda motornya dihentikan oleh seorang polisi di perempatan. Polisi itu lalu bertanya, “Coba perlihatkan suratmu, SIM dan STNK.” Bedu pun kebingungan karena dia lupa membawa dompetnya. “Anu pak, saya lupa tidak membawanya.”, “Kalau begitu, Anda saya tilang.” Bedu semakin panik. Dia memelas kepada pak polisi itu. “Maaf pak, kasihanilah saya, saya jangan ditilang. Sebentar, saya akan telpon bapak saya yang kerja di Polres.” Polisi itu pun kaget. Dia lalu bertanya “Benar bapak kamu kerja di Polres?”, “Benar pak, kalau tidak percaya, bapak coba telpon di nomer ini,” kata Bedu sambil menyerahkan catatan nomor bapaknya. “Kalau begitu, Anda boleh pergi. Hati-hati di jalan,” kata polisi itu. “Terimakasih pak.”

            Karena penasaran, polisi itu lalu menelpon nomor yang tadi diberikan oleh Bedu. “Halo pak. Maaf ganggu sebentar. Apa benar ya bapak ini kerja di Polres?” “Iya pak benar,” jawab suara dari telpon. “Di bagian mana ya pak?”, “Di bagian kantin pak, bapak mau pesan nasi? Berapa bungkus pak?” jawab suara dari telpon. Si polisi yang merasa tertipu langsung menutup telponnya dan kembali mengatur lalu lintas.

Minggu, 19 Mei 2013

TAK DISANGKA TAK DIDUGA #1


Cerita Tito
Aku punya temen, namanya Tito. Dia suka banget dengan lagunya Cherrybelle yang berjudul Beautiful. Disaat pulang sekolah sambil menunggu angkot dihalte, dia menyanyikan liriknya sedikit
“you are beautiful,beautiful, beautiful...”
Tiba-tiba seorang ibu yang juga sedang menunggu angkot merasa bahwa lagu itu seakan-akan dinyanyikan untuknya. Jadi itu ibu menjawab sambil keganjenan
“wah…terimakasih sangat! J Kamu juga ganteng kok”
“he?! >_< ……….!@#$%^&*()_”
-----o0o-----
Niatmu sudah baik
Waktu itu aku pulang sekolah. Ketika telah tiba dijalan depan rumah, tiba-tiba ada pengemis yang mencegatku. Aku sempat heran mengapa pakaiannya tidak sama dengan pengemis yang lainnya. aku pun bertanya kepadanya
“ megapa kau masih anak-anak sedangkan meminta-minta? Serta pakaianmu tidak lusuh seperti yang lainnya?”
“ini gawat kak, masalahnya harus segera punya uang!”
“kenapa bisa begitu?”
“nanti aja njelasinnya, sekarang minta uang dulu!”
Lalu kukasih ia uang satu lembar seribuan. Tanpa permisi dan terimakasih ia berlari ketepi jalan.
“ini ya nek uangnya J” katanya setelah sampai di seberang jalan.
Tanpa dijelasin aku pun sudah mengerti niat baik anak itu. Dikejauhan dia berteriak
“terimakasih ya kak J!”
-----o0o-----
Banku Kempes
Ketika pertama kalinya aku diizinkan naik sepeda motor sendirian dijalan raya, aku senang sekali. Hingga terjadi suatu kejadian
“tin…….tin…………………”
Suara klakson sepeda motor lain dari belakangku. Aku nggak tahu maksudnya apa. Mereka berboncengan berdua. Laki-laki semua. Aku takut, sehingga aku ngebut. Akan tetapi mereka juga ngebut. Tepat disampingku, dia bilang
“ mbak !!! bannya kempes !”
Oooaalllaaahhhhhhhhhhhhhhhh….. itu to .
-----o0o-----
Dikira Penjual
Suatu hari sekolahku mengadakan kerja bakti sehingga tidak perlu memakai seragam. Cukup memakai pakaian bebas, rapi dan sopan.  Ketika sudah selesai, aku jajan dikantin sekolah. Dan kebetulan penjualnya baru mau sholat dulu. Jadi, aku disuruh jajan sendiri. Tiba-tiba,
“Mbak-mbak yang pakai kaos biru!”
Aku pun menoleh
“anu mbak, boleh minta tolong ?”
“iya pak ?”
“ gini mbak, saya kan pedagang kerupuk, jadi saya mau menitipkan kerupuk-kerupuk ini diwarung mbak”
“maaf pak, tapi saya bukan pemilik warung ini, tapi saya pembeli”
“ohh,, kalau begitu, maaf mbak…(sambil nyelonong pergi)”
-----o0o-----

Minggu, 12 Mei 2013

Bunga Tercantik Di Dunia

Bunga adalah sesuatu yang cantik dan menarik. Kecantikannya terpulang pada individu yang menafsirkannya juga. Namun, bila bunga tersebut sungguh luar biasa pasti akan na indah mampu menarik siapa saja yang melihatnya. Bunga cantik ini dinamakan "RAINBOW ROSES" juga dikenal sebagai "HAPPY FLOWERS" merupakan bunga tercantik didunia. Dihasilkan di Belanda setelah melakukan kajian dan ujikaji selama bertahun-tahun. Warna-warna indah yang dihasilkan oleh setiap kelopaknya dibentuk secara semula. Jadi, melalui pewarnaan melalui batangnya selama masa pertumbuhan. 
Sumber : http://www.nizarazu.com/bunga-pelangi-tercantik-di-dunia/

Senin, 06 Mei 2013

SAHABAT SEJATI


Semuanya berawal dari ketidaksengajaanku menumpahkan makan siangnya. Waktu itu aku sedang terburu-buru untuk jajan dikantin. Karena jika terlalu lama untuk datang kekantin sekolah, nanti keburu banyak yang mengantri dan sampai tidak kebagian tempat duduk. Untung saja kelasku dekat dengan kantin, sehingga tidak terlalu jauh untuk sampai dikantin. Kantin sekolahku tepat berada dibelakang kelasku. Sehingga ada jalan yang berbelok. Aku berlari dibelokkan tersebut. Dan tahu-tahunya aku terjatuh hamper masuk ke selokan serta sudah ada nasi beserta lauk-pauknya tumpah tepat di wajahku. Aku menahan malu. Setelah kulihat siapa yang kutabrak ya ampun ! aku kaget sekali. Ternyata dia adalah teman seangkatanku akan tetapi aku tidak satu kelas dengannya. Sebut saja namanya Ita. Aku segera meminta maaf kepadanya. “ tidak Fia, aku yang salah. Seharusnya aku melihat jalan yang akan kulaui.” “ tidak Ita, aku yang salah. Karena aku tadi lari dibelokkan ini.” timpalku. Akhirnya aku dan Ita pergi kekantin untuk makan bersama. Dan diputuskan aku yang bersalah, karena aku berlari dibelokkan serta menabrak Ita sampai jatuh dan makanannya berhamburan keluar.
Sebagai gantinya aku membelikan semangkuk bakso untuk menukarkan bekal makan siangnya Ita. Disela-sela makan, kami saling berbagi cerita satu sama lain. Hingga akhirnya bel masuk berbunyi. Ternyata rasanya sangat sebentar. Padahal dari awal istirahat sampai akhir istirahat. Sebelumnya kami sudah mempunyai janji untuk bertemu kembali di suatu rumah makan pada hari esoknya. Kami pun berpisah didepan pintu kelasku.
----- 000 -----
            Singkat cerita pada jam yang telah ditentukan, kami bertemu disuatu rumah makan yang mempunyai taman sangat luas. Disana kami juga kembali bercerita tentang berbagai hal. Serta makan siang disana. Hingga muncul ide didalam pikiranku untuk belajar bersama yang tempatnya dirumah masing-masing secara bergantian. Akhirnya Ita pun menyetujuinya.
----- 000 -----
            Pulang dari rumah makan aku senang sekali karena mempunyai sahabat dekat baru. Ialah Ita. Aku juga bercerita mengenai dia kepada ibuku. “ akan tetapi Fia, kamu jangan pernah membuat kesalahan kepadanya. Karena siapa yang tahu kalau dia itu mempunyai sifat yang kalau marah itu lama. Nah, maka dari itu, kamu harus hati-hati”, nasehat dari ibuku. Aku pun hanya bisa menjawab “ Iya Bu.”.
----- 000 -----
            Setelah beberapa lama kita menjalani persahabatan, ternyata kejadian yang tidak kuinginkan terjadi juga. Setelah giliran belajar bersama dirumahnya, aku melakukan kesalahan yang tidak kusengaja. Saat aku dan Ita belajar, aku merasa kakiku pegal. Lalu kuluruskan kedua kakiku. Dan taksengaja aku mendorong meja terlalu keras. Hingga vas bunga yang ada diatas meja menggelinding dan akhirnya jatuh dan “ Prakkkk…………………” begitulah bunyinya. PECAH ! aku berulang kaki mengucapkan kata maafku untuk Ita. Lalu aku menyapu pecahan vas tersebut dan kubuang di tempat sampah depan gerbang rumahnya Ita. Sesampainya aku masuk kembali kedalam kamar Ita, Ita memasang muka cemberut. Aku kembali meminta maaf lagi. Tapi apalah arti aku meminta maaf kepadanya, ketika nasi sudah menjadi bubur ? dia semakin marah. Karena itu adalah vas bunga koleksinya sekaligus kesayangannya. Aku lalu pulang. Setelah sampai didepanan gerbang rumahnya Ita, aku mengamati pecahan vas bunga tersebut. Tiba-tiba aku mendapat ide. Lalu aku mengambil kembali pecahan vas tersebut dan membawanya pulang. Lalu aku naik sepedaku lagi sambil terus berangan-angan.
----- 000 -----
            Seminggu berlalu. Besok adalah hari dimana Ita ulangtahun. Akan tetapi ia masih marah kepadaku. Ia belum bisa memaafkanku. Aku berpikiran begitu sebab beberapa kali aku sempat melihatnya di sedang memperhatikanku dari jauh. Akan tetapi aku tersenyum kembali. “ akan kubawakan kado spesial untukmu ta.” Batinku terus berkata. Aku yakin ini pasti berhasil.
----- 000 -----
            Sejak dari rumah aku terus berdo’a, semoga saja rencanaku ini berhasil. Ketika bel pulang sekolah aku buru-buru mendatangi kelas Ita. Lalu aku ajak dia ketaman kota. Awalnya dia tidak mau. Tetapi setelah kupaksa dan dengan tampang muka cemberut dia akhirnya mau. Kamipun segera naik sepeda untuk menuju ketaman kota. Sesampainya disana, kuutarakan maksud baikku “ Ita, aku mengajakmu kesini untuk memberimu sesuatu.” Ita pun mengerutkan kening “apa itu?” tanyanya.”tunggu sebentar” jawabku sambil mengambilkan kado untuknya dari dalam tasku. Lalu kuberikan padanya “bukalah!” dia tidak mengatakan apa-apa dan menerima kado dariku. Ketika membukanya tampaknya ia sangat kaget. “selamat ulangtahun ya ta? Semoga panjang umur dan tambah yang baik-baik. Serta dapat memaafkanku dari semua kesalahanku baik itu disengaja maupun tidak disengaja.” Ucapku. “sebenarnya aku sudah memaafkanmu semenjak kamu pecahin vas bunga ini dirumahku. Lalu aku mendapat ide untuk menguji persahabatan kita. Dan akhirnya berhasil. Terimakasih Fia” tambahnya disela isak tangisnya. “Terimakasih juga Ita, kamu telah memaafkan aku. Sebenarnya ide untuk mengelem kembali vas bunga itu kudapat dari took seberang rumahmu itu.” Timpalku. “Kok bisa ?” anyanya lagi. Aku menjawab “ Karena took tersebut menjual berbagai lem. Makanya aku dapat ide tersebut.” “oh….. terimakasih banyak.” Timpalnya. “ iya sama-sama. Jadi, kita sahabatan seperti dulu lagi dong ?” tanyaku. Ia berkata sambil mengusap air matanya “ ya Pasti lah !” akhirnya kami bersahabat seperti dulu lagi. Saling bertukar cerita, bercanda, dan tak lupa belajar bersama lagi. Aku senang sekali. Karena ini adalah pengalaman hidup yang mengesankan J.

Minggu, 05 Mei 2013

SALAH PAHAM


Sore itu aku diajak temanku untuk belajar kelompok dirumahnya. Laras, begitulah nama panggilannya. Awalnya aku tidak mau, karena sebelumnya aku sudah merencanakan sore itu untuk lari sore bersama kakakku. Tetapi setelah dipikir-pikir, lebih bermanfaat belajar kelompok daripada lari sore. Akhirnya kuputuskan untuk belajar kelompok bersama Laras.
Setelah waktu yang ditentukan telah tiba, kami semua berkumpul bersama dirumah laras. Kami beranggotakan aku, Laras, Risa, Ika, dan Nisa. Ditengah-tengah belajar, ada suara perut berbunyi. Ternyata itu suara perut yang berasal dari perutnya Ika. Ika pun meringis sambil memegang perut. Setelah ditanya, ternyata dia belum sempat makan siang. Sebab ibunya belum pulang dari kantor.
            Laras pun mengajak Ika pergi ke dapur untuk makan. Setelah sesampainya didapur, ternyata sisa makan tadi siang sudah habis. Dan Ibunya Laras kebetulan juga belum pulang dari arisan. Laras pun kecewa sambil menahan malu. Nisa dapat menangkap gelagat kedua temannya tersebut. Lalu, Nisa pun mengusulkan untuk masak. Karena sekilas ia melihat cangkang telur yang ada di tempat sampah. Laras, aku dan Risa pun langsung menyetujuinya.
            Tak disangka, ternyata Risa itu pandai sekali memasak. Ia pun mempunyai ide juga untuk memasak Nasi goreng. Karena mesakan tersebut tergolong praktis. Setelah semuanya siap membantu untuk memasak, Nasi Goreng pun segera dibuat. Setelah nasi goring tersebut matang, Risa pergi kekamar mandi untuk cuci tangan. Ika dan Laras pergi kekamar Laras untuk mengolesi perut Ika menggunakan minyak kayu putih. Sedangkan Nisa kembali ke teras untuk membereskan buku-buku yang masih berserakan.
            Aku pun membuatkan minum teh manis untuk Ika agar perutnya lebih baik sementara. Tiba-tiba ibunya Laras datang. Beliau langsung pergi kedapur. Mungkin karena lapar dan ingin segera makan. “eh, Lita…. Sedang apa ? oh itu the buat saya ya ? Lita tahu banget kalau saya lagi haus banget” tanya ibunya Laras sambil mendekatiku. Ditanya begitu aku sedikit gelagapan. Kalau mau jujur kasihan ibunya Laras yang sudah lelah. Kalau bohong takut berdosa. Akhirnya kuserahkan teh itu kepada ibunya Laras. Setelah beberapa teguk meminum teh tersebut, ibunya Laras tahu bahwa diatas kompornya ada wajan. Ditengoknya wajan tersebut. Beliau pun tersenyum. “Lita pandai masak ya ? tante makan ya nasi gorengnya ?” tambahnya. “eh……..ehm….. iya tante.” jawabku. Aku menarik napas kecewa. Setelah ibunya Laras mekan beberapa sendok nasi goring tersebut muncullah laras dari ambang pintu. “ mana makan dan mi……………” belum selesai ngomong Laras menghampiri ibunya. “ he?…… ini kenapa dimakan dan diminum ibu ?” ibunya Laras cuma bisa diam. “ini memang  buat ibu kan Lita ?” tanya ibunya Laras. Aku hanya bisa menjawab “sebenarnya itu semua buat Ika bu…. L “. “yasudah, kita buat saja lagi “ Risa menimpali. “setuju!” jawabku, Ibunya Laras, dan Laras. Akhirnya kita membuat nasi goring dan the manis lagi. Setelah matang kami semua makan bersama-sama. Setelah semuanya kenyang, kami melanjutkan untuk belajar kelompok. Sedangkan Ibunya laras beristirahat J.

Jumat, 03 Mei 2013

APEL PAGI



Hari Jum’at tanggal 03 Mei tahun 2013 SMP N 1 Wonosari mengadakan apel pagi seperti biasanya. Pembina apel yaitu Ibu CH. Ari Dwi Astuti, S.Pd. Sedangkan petugas apel, Peminpin apel dari kelas 8E karena sudah ditunjuk dan MC dari kelas 7C karena dia telat masuk sekolah. Apel pagi tersebut berjalan dengan lancar. Hingga pada saat pengumuman, pengumuman tersebut diisi oleh beberapa perwakilan dari OSIS untuk menyerahkan berbagai hadiah dari lomba Peringatan Hari Kartini hari Senin tanggal 29 April kemarin.  Diantaranya : Lomba Dimas Diajeng, Spensa Got Tallent, Menggambar wajah pahlawan, Alih Aksara, dan yang lain-lain. Pengumuman tersebut berakhir hingga memasuki jam pertama.